🔬 Mutu, QC & Standar Beras

Apa Itu Rendemen Beras? Rumus dan Cara Menghitungnya

Ditulis oleh: Tim Riset & QC Beras Ladori • Diperbarui: 13 September 2026 • Waktu Baca: 7 menit

💡 Intisari & Ringkasan Cepat:

Rendemen beras adalah persentase bobot beras giling siap konsumsi yang dihasilkan dari sejumlah bobot gabah awal. Rata-rata rendemen giling gabah kering panen (GKP) ke beras putih berkisar antara 57% hingga 65%. Di tingkat dapur kuliner, rendemen masak (cooking yield) mengukur pemuaian beras menjadi nasi matang (2,2x–2,5x). Keduanya menjadi indikator paling vital dalam menentukan efisiensi biaya produksi.

Istilah rendemen adalah kata kunci yang paling sering menentukan untung rugi dalam industri perberasan nasional. Baik bagi penggilingan padi modern (rice milling plant) maupun bagi manajer purchasing katering dan restoran, rendemen adalah ukuran efisiensi konversi bahan mentah menjadi produk bernilai guna.

Secara umum, terdapat dua jenis rendemen yang wajib dipahami pelaku usaha: Rendemen Giling (Milling Recovery) dari gabah ke beras putih, dan Rendemen Masak (Cooking Yield) dari beras mentah ke nasi matang di meja saji.

Rumus Rendemen Giling Beras (Pabrik / Penggilingan)

Rendemen giling mengukur berapa kilogram beras putih siap jual yang berhasil diekstraksi dari setiap kilogram gabah kering giling (GKG). Rumusnya adalah:

Rendemen Giling (%) = [ Berat Beras Putih Dihasilkan (kg) ÷ Berat Gabah GKG (kg) ] × 100%

Contoh Hitungan: Jika pabrik menggiling 1.000 kg Gabah Kering Giling (GKG) dan menghasilkan 640 kg beras sosoh putih bersih, maka rendemen gilingnya adalah:

(640 kg ÷ 1.000 kg) × 100% = 64,0%

Sisa 36% dari gabah terkonversi menjadi sekam/kulit gabah (sekitar 20–22%), bekatul/dedak halus (sekitar 8–10%), dan susut kotoran/debu (sekitar 4–6%). Di Indonesia, rendemen giling yang baik umumnya berada di rentang 62% hingga 66%.

Faktor yang Mempengaruhi Rendemen Giling

Rendemen Masak (Cooking Yield) untuk Dapur Katering

Di tingkat dapur katering dan usaha kuliner, angka yang relevan adalah Rendemen Masak atau perbandingan berat nasi matang terhadap beras mentah:

Cooking Yield (Faktor Pengali) = Berat Nasi Matang (kg) ÷ Berat Beras Mentah (kg)

Beras murah dengan kadar butir patah tinggi dan kadar air basah biasanya hanya memiliki yield 2,0x (1 kg beras jadi 2 kg nasi). Sebaliknya, Beras Premium Ladori 25 kg memiliki yield 2,4x hingga 2,5x (1 kg beras jadi 2,4–2,5 kg nasi).

Selisih 400 gram nasi matang per kilogram beras mentah ini menghasilkan tambahan 2 hingga 3 porsi nasi kotak gratis per kilogram beras yang Anda tanak, menurunkan food cost secara signifikan setiap bulannya.

Artikel & Layanan Terkait:

Konsultasi Pasokan Beras Premium Ladori 25 Kg

Dapatkan beras kualitas konsisten dengan kadar air terukur 13.5%, derajat sosoh 95%, dan rendemen mekar 2.4x untuk katering, restoran, dan program gizi SPPG MBG. Pengiriman armada langsung se-Magelang, Muntilan, Sleman, Jogja, dan Temanggung.